Dulu, futoi tumbuh di pinggir got dan jadi pakan ternak. Kini, ia banyak digunakan untuk menghias taman berkonsep minimalis, natural, atau etnik.
Melihat rupanya, Anda mungkin tak merasa asing. Tanaman ini memang punya banyak nama, antara lain, paku ekor kuda, bambu air, dengan nama botani Equisetum equicetaceae.
Futoi mudah dikenali dari bentuk fisiknya yang kurus, tinggi menjulang tanpa daun, dan beruas-ruas. Futoi yang tumbuh berumpun ini punya beberapa spesies, berdasarkan diameter batangnya. Ada yang gemuk, sedang, dan kurus.
Ruas batang tanaman yang gemuk biasanya berwarna putih. Sedangkan yang berdiameter sedang dan kurus ruas batangnya umumnya berwarna hijau atau gelap. Bila diamati lebih seksama, batangnya yang mirip bambu tampak agak transparan.
Futoi kini banyak digunakan untuk memperindah kolam atau halaman rumah. Menurut Drs. Sukatno, Msi, dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat & Obat Tradisional Tawangmangu, Solo, dulu futoi sering ditemukan tumbuh subur di pinggir got atau sawah. “Dulu biasanya futoi dijadikan pakan ternak,” ujar Sukatno.
Suka Cahaya
Futoi diperbanyak dengan cara siwilan alias memisahkan anakannya. Setelah dipisah dari induknya dan ditanam, anakan futoi akan mencapai tinggi sekitar setengah meter dalam waktu 3-4 bulan.
Bila ditanam di tempat yang pas, yaitu tanah subur dan lingkungannya tak dijamah orang, futoi yang termasuk tanaman air ini, bisa tumbuh jangkung, bahkan bisa sampai setinggi dua meter.
“Terkena sinar matahari langsung, pertumbuhan futoi malah bagus. Tapi jika tempat tumbuhnya kurang sinar matahari, akan tumbuh lebih tinggi. Pada dasarnya tanaman yang kurang sinar matahari akan meninggi untuk mencari cahaya,” papar Sukatno.
Menanam futoi tak membutuhkan perawatan sulit, karena mudah ditanam dan bisa tumbuh di mana saja, baik di dataran tinggi maupun rendah. Asal, ia tumbuh di tanah berhumus baik.
Yang juga penting diingat, futoi menyukai tempat yang lembab alias cukup air. Ia tumbuh dengan baik bila bagian bawahnya “terendam”. Namun, meski tak “berendam” pun ia tetap bisa tumbuh, asal mendapat cukup air.
“Yang penting, air di tanah tempatnya tumbuh jangan sampai kering sekali. Jika unsur haranya kurang, tambahi saja pupuk,” saran Sukatno sambil menambahkan, menyiram tanaman yang tahan hama penyakit ini bisa dilakukan 2-3 kali seminggu.
Senang Tergenang
Batang yang mudah patah, menurut Andie, landscapper dari Bandung, merupakan indikasi futoi kekurangan air. Sebetulnya, tutur Andie, asal perlakuan awal media tanamnya sudah benar, futoi bisa tumbuh subur.
Untuk menanam futoi dalam pot bulat ukuran standar, campur tanah dengan pupuk kandang yang sudah matang dengan perbandingan 2:1. Akan lebih bagus bila tanah yang digunakan adalah tanah berlumpur.
Pupuk kandang yang sudah matang berarti pupuk kandang yang sudah mengalami pembusukan, bukan kotoran yang baru saja dihasilkan ternak, karena kotoran yang masih baru mengandung gas dan masih hangat.
Lalu, pot bisa digenangi air. Perlu diingat, pot yang digunakan jangan berlubang di bagian bawahnya, agar air tak terserap lalu keluar dari pot.
Melihat rupanya, Anda mungkin tak merasa asing. Tanaman ini memang punya banyak nama, antara lain, paku ekor kuda, bambu air, dengan nama botani Equisetum equicetaceae.
Futoi mudah dikenali dari bentuk fisiknya yang kurus, tinggi menjulang tanpa daun, dan beruas-ruas. Futoi yang tumbuh berumpun ini punya beberapa spesies, berdasarkan diameter batangnya. Ada yang gemuk, sedang, dan kurus.
Ruas batang tanaman yang gemuk biasanya berwarna putih. Sedangkan yang berdiameter sedang dan kurus ruas batangnya umumnya berwarna hijau atau gelap. Bila diamati lebih seksama, batangnya yang mirip bambu tampak agak transparan.
Futoi kini banyak digunakan untuk memperindah kolam atau halaman rumah. Menurut Drs. Sukatno, Msi, dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat & Obat Tradisional Tawangmangu, Solo, dulu futoi sering ditemukan tumbuh subur di pinggir got atau sawah. “Dulu biasanya futoi dijadikan pakan ternak,” ujar Sukatno.
Suka Cahaya
Futoi diperbanyak dengan cara siwilan alias memisahkan anakannya. Setelah dipisah dari induknya dan ditanam, anakan futoi akan mencapai tinggi sekitar setengah meter dalam waktu 3-4 bulan.
Bila ditanam di tempat yang pas, yaitu tanah subur dan lingkungannya tak dijamah orang, futoi yang termasuk tanaman air ini, bisa tumbuh jangkung, bahkan bisa sampai setinggi dua meter.
“Terkena sinar matahari langsung, pertumbuhan futoi malah bagus. Tapi jika tempat tumbuhnya kurang sinar matahari, akan tumbuh lebih tinggi. Pada dasarnya tanaman yang kurang sinar matahari akan meninggi untuk mencari cahaya,” papar Sukatno.
Menanam futoi tak membutuhkan perawatan sulit, karena mudah ditanam dan bisa tumbuh di mana saja, baik di dataran tinggi maupun rendah. Asal, ia tumbuh di tanah berhumus baik.
Yang juga penting diingat, futoi menyukai tempat yang lembab alias cukup air. Ia tumbuh dengan baik bila bagian bawahnya “terendam”. Namun, meski tak “berendam” pun ia tetap bisa tumbuh, asal mendapat cukup air.
“Yang penting, air di tanah tempatnya tumbuh jangan sampai kering sekali. Jika unsur haranya kurang, tambahi saja pupuk,” saran Sukatno sambil menambahkan, menyiram tanaman yang tahan hama penyakit ini bisa dilakukan 2-3 kali seminggu.
Senang Tergenang
Batang yang mudah patah, menurut Andie, landscapper dari Bandung, merupakan indikasi futoi kekurangan air. Sebetulnya, tutur Andie, asal perlakuan awal media tanamnya sudah benar, futoi bisa tumbuh subur.
Untuk menanam futoi dalam pot bulat ukuran standar, campur tanah dengan pupuk kandang yang sudah matang dengan perbandingan 2:1. Akan lebih bagus bila tanah yang digunakan adalah tanah berlumpur.
Pupuk kandang yang sudah matang berarti pupuk kandang yang sudah mengalami pembusukan, bukan kotoran yang baru saja dihasilkan ternak, karena kotoran yang masih baru mengandung gas dan masih hangat.
Lalu, pot bisa digenangi air. Perlu diingat, pot yang digunakan jangan berlubang di bagian bawahnya, agar air tak terserap lalu keluar dari pot.
Sumber: Tabloidnova.com
makasih infonya,
BalasHapuskalo boleh tahu ada referensi untuk macam-macam tanaman air yang lain tidak? terima kasih.